Penanganan Stunting di Desa Bawangan Melalui Pemberian Susu dan Vitamin bagi Balita
Bawangan, Jombang – Pemerintah Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program pemberian susu dan vitamin bagi balita yang terindikasi stunting, yang dilaksanakan pada hari [tanggal kegiatan].
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penanganan stunting yang terintegrasi, dengan melibatkan Posyandu, Bidan Desa, Kader Kesehatan, dan Pendamping Lokal Desa, serta didukung oleh anggaran dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sesuai dengan prioritas penggunaan Dana Desa untuk penanganan stunting.

Sebanyak 12 balita dari berbagai dusun di Desa Bawangan menerima bantuan berupa susu pertumbuhan dan vitamin, yang diberikan secara langsung kepada orang tua atau wali masing-masing anak. Pemberian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian balita serta meningkatkan daya tahan tubuh mereka.
Kepala Desa Bawangan, Bakhtiar Efendi SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu strategi intervensi sensitif untuk mendukung tumbuh kembang anak, khususnya mereka yang terindikasi mengalami stunting atau berisiko stunting.
“Kami berharap, dengan pemberian susu dan vitamin ini, anak-anak kita bisa tumbuh sehat dan optimal. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa, tapi juga masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Bidan Desa, Risza Widyanti, menambahkan bahwa selain pemberian bantuan, para balita juga terus dipantau tumbuh kembangnya melalui layanan rutin di Posyandu, termasuk penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan edukasi gizi kepada para orang tua.
“Intervensi gizi seperti ini harus dibarengi dengan perubahan pola asuh dan pola makan keluarga. Edukasi kepada orang tua sangat penting,” jelasnya.
Pendamping Desa, Kepala Puskesmas Bawangan dan Camat Kecamatan Ploso, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah Desa Bawangan dalam menanggulangi stunting secara langsung dan berkelanjutan.

“Penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan. Langkah seperti ini perlu terus diperkuat,” ungkapnya.
Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya para ibu balita. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak di Desa Bawangan secara optimal.



